KEBEBASAN BERMAIN DENGAN KENYATAAN
Oposisi biner adalah biang keladinya. Kaya-miskin, sehat-sakit,
hidup-mati dan sebagainya telah menghilangkan dua pasang konstruk
tersebut sebagai keadaan yang gradatif. Semua pilihan seolah terpojok
dalam dua wilayah yang mereduksi banyak pilihan yang lain. Sepertinya
tidak ada keadaan di luar kaya dan miskin, sehat dan sakit, hidup dan
mati.

KONSTRUKSI ACAK
Berbagai
keadaan yang akhirnya didikotomikan sebenarnya adalah konstruksi acak
yang tidak lebih dari kemungkinan keadaan yang juga punya kesempatan
sama untuk terjadi. Label-label keadaan tersebut punya fungsi ganda
yang melahirkan rasa. Kemiskinan bisa melahirkan rasa miskin atau
sebaliknya sebuah perasaan diidentifikasi sebagai rasa dari kemiskinan.
Rasa itu bisa jadi sedih, resah, marah dan sebagainya. Jika perasaan
itu sebagai pengiring atau keadaan yang kemudian diidentifikasi sebagai
(dampak) kemiskinan, maka rasa bahagia, senang, bersuka cita juga
mempunyai kemungkinan yang sama untuk mengiringi atau menjadi dampak
dari kemiskinan, demikian juga dengan keadaan kaya.
DIKOTOMI SEBAGAI PARADOKS
Sesungguhnya
dua keadaan yang berlawanan tersebut sebenarnya terdapat di antara satu
sama lainnya. Hal ini melebihi dari sekedar pameo, "orang sakit yang
mengetahui betapa nikmatnya sehat", "orang yang menerima kemiskinan apa
adanya adalah orang yang paling kaya", atau "mati adalah titik awal
dari kehidupan" dan sebagainya. Kenapa demikian? karena orang sakit
dapat memilih rasa dari keadaannya sebagai kesehatan. Begitu juga
dengan kemiskinan yang diterima sebagai kekayaan.
PILIHAN (TER)KONSTRUK(SI)TIF
Karena
setiap keadaan mempunyai peluang yang sama, maka pasangan antara
keadaan dan rasa juga bisa dilakukan secara acak menurut konstruksi
yang diinginkan. Kemisiknan (misalnya), tidak hanya bisa dipasangkan
dengan kesedihan, tetapi mungkin juga dipasangkan dengan kebahagiaan.
Hal ini yang mungkin menjadikan kematian sebagai energi hidup bagi
orang-orang tertentu.
PERKAYA PILIHAN
Dalam satu kata yang
menunjukkan keadaan saja masih didapati banyak pilihan, apalagi
pasangan antara keadaan dan rasa yang ditimbulkannya. Selain kemiskinan
yang diterima sebagai kekayaan, rasa antara miskin dan bahagia juga
bisa dipasangkan secara sembarang. Hal ini memang tidak mudah bagi
semua orang. Diperlukan kerja simultan antara pikiran, perasaan dan
tindakan nyata yang menguatkan sebagai tanggapan yang mengada atas
sebuah keadaan.
Setiap orang berhak mempersepsi, merasakan dan
memasangkan keadaan apapun menurut seleranya. Jadi, apa yang dikatakan
oleh Tong Sam Chong dengan kosong adalah isi dan isi adalah kosong
bukan bualan kosong belaka, tetapi memang benar-benar ada.
Posted at 11:25 am by Rudi Cahyono