Ini adalah hari kedua setelah malam pertama diisi dengan kegiatan
santai. Sebuah acara pelatihan untuk organisasi mahasiswa yang dinamai Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran. Organisasi ini merupakan kumpulan dari
mahasiswa yang menykai pergulatan dengan pemikiran, membuat karya tulis,
program pengajian keilmuwan dan diskusi.
Seperti halnya hari ini, pelatihan diadakan sebagai penyambutan atau
upacara inisiasi buat anggota baru, diselenggarakan di Batu 28-30 November
2008. Pelatihan semacam ini (yang biasa disebut dengan pendidikan latihan atau
diklat) memang selalu diadakan setiap tahun ketika menerima anggota baru.
Minggu pagi ini juga ada sekitar 60 orang peserta yang mengikuti materi hari
ini.
Yang akan diceritakan kali ini adalah bagian transformasi cinta. Sesi
ini merupakan amanat dari para senior organisasi yang menginginkan anak buahnya
memiliki integritas dan mencitai organisasi.
Sebagai penyenang dan penyemangat awal, para peserta yang memang sudah
dikelompokkan pada sesi sebelumnya, diajak untuk berpose di depan kamera. Tiap
kelompok berhak untuk membentuk formasi dan bergaya yang seseru mungkin. Mereka
diberikan kesempatan berfoto tiga kali yang kemudian dipilih salah satunya. Foto
yang mereka pilih dicetak di kertas.
Focus dikembalikan kepada sesi inti. Sebagai stimulus awal, peserta
diajak membiacarakan tentang organisasinya dan hubungan mereka dengan
organisasi. Setiap peserta diajak untuk membayangkan benda, lokasi dan suasana
yang menarik buat mereka. Berbagai hal atau benda bisa dibayangkan, bahkan
imajinasipun tidak dilarang. Setelah membayangkan banyak hal, dibagikan kertas
buat mereka, masing-masing satu lembar. Peserta diminta memilih salah satu
benda, suasana atau keadaan yang menurut mereka mencerminkan organisasi mereka.
Dibuatlah gambarnya di kertas. Peserta dikelompokkan dan tiap orang bercerita
di dalam kelompoknya. Banyak cerita-cerita menarik yang muncul tentang analogi
atau metaphor dari UKM Penalaran.
Sebagai tambahan, peserta diminta melipat kertasnya dua kali, sehingga
membentuk dua garis yang saling tegak lurus berpotongan di tengah kertas.
Peserta mengamati posisi gambarnya terhadap garis yang berpotongan. Ada yang
tidak memotong sama sekali, kecil di bagian pojok kertas, namun ada juga yang
tepat di tengah dan gambarnya cukup besar. Hal ini hanya sebagai tambahan yang
menggambarkan tingkat intensi setiap anggota organisasi terhadap organisasinya.
Atau lebih mudahnya disebut sebagai tingkat partisipasi atau keterlibatan.
Semakin ke tengah atau memotong persilangan garis, tingkat kepecayaan diri
anggota untuk terlibat dalam organisasi cukup besar.
Kembali kertas dibagikan untuk masing-masing orang. Sekarang tiap
peserta diajak untuk membayangkan pengalaman masing-masing tentang kasmaran dan
jatuh cinta. Kecintaan terhadap istri atau suami, pacar atau teman dibayangkan
sampai detil. Dalam waktu satu menit, peserta diberikan kesempatan untuk
mendaftar kata-kata kunci yang menggambarkan perasaan atau pikirannya tentang
kasmaran.
Kembali ke dalam kelompok. Semua kata kunci yang didapat oleh kelompok,
dipilih 10 kata yang paling menarik, menginspirasi atau menggairahkan.
Foto tiap kelompok yang sudah dicetak dibagikan. Dengan kertas manila,
foto itu boleh ditempel dan dihias. Foto tersebut adalah gambaran organisasi. Cerita
tentang organisasi muncul dari foto tersebut. Setiap kelompok mengobrolkan
cerita-cerita tentang organisasi berdasarkan foto. Hasil dari sharing
dituangkan dalam berbagai bentuk, bisa puisi, kata mutiara, motto, slogan, lagu
atau akronim. Penuangannya dengan memanfaatkan 10 kata terpilih yang
berhubungan dengan kasmaran atau jatuh cinta.
Hasilnya bermacam-macam, gambara tentang organisasi yang penuh cinta,
guyub, saling toleran, saling mendukung, produktif, kompetitif dan sebagainya.
Pada akhirnya peserta menyimpulkan tentang kecintaannya terhadap
organisasi dan fasilitasi transformasi cinta organisasi berhasil dilakukan.