My Lovely Campus
Learning isn’t downloading
Learning is presence
(Rudolph Cahay)
“My Lovely Campus”. Tulisan yang begitu indah. Keindahan yang simultan dalam media belajar manusia: mata, telinga, dan hati. Tulisan ini tidak muncul semena-mena. Tulisan ini juga tidak ditemui di kampus, tulisan ini juga bukan dikenal ketika saya terlibat dalam “Airlangga Impian”. Tulisan ini muncul dari hati. Namun hati jua yang merasakan ketika saya lulus, berpisah dengan kampus. Syukur alhamdulillah, ternyata saya masih diberikan kesempatan untuk berhubungan dengan my lovely campus. Saya masih bisa datang ke kampus. Tapi lagi-lagi hati yang merasakan ketika teguran terdengar, “Sudah lulus kok masih di sini?!”. Sepertinya memang sudah ‘harus’ terpisahkan antara bermain, belajar, dan bekerja. Karena kesadaran akan hal ini, saya jadi enggan untuk menjawab, “Pengen main aja” atau “Saya lagi ada kerjaan dengan dosen”. Sepertinya kampus menjadi lingkungan yang steril.
Sampai suatu ketika datang kesempatan untuk kuliah di my lovely campus. Dengan bersusah payah mengumpulkan duit untuk daftar dan bayar matrikulasi, saya akhirnya punya alasan untuk menjejakkan kaki kembali di my lovely campus. Namun apa daya cinta memang tek terbeli, cinta bukan barang dagangan. Akhirnya datang waktu ketika saya harus kehilangan kesempatan untuk menjadi warga kampus. Rasanya memang salah jika mengira cinta bisa dibeli. Sandungan biaya menjadikan saya kembali merasakan betapa kampus seperti desinfectan.
Ucap syukur tetap mengalir, karena segala keputusan adalah yang terbaik buat saya. Keterpisahan dengan kampus bukan berarti keterpisahan hati. Meski kehadiran di kampus akan kembali diungkit dengan pertanyaan yang sama, namun hati yang terusik akan menemukan cintanya kembali. Jika memang ini adalah akhir perjalanan di kampus, cinta tak pernah berakhir.
Tulisan ini hanya sebuah surat buat my lovely campus. Tidak tertuju pada siapa pun, just my lovely campus. Bagi “Siapa-siapa” yang telah membantu saya, memberikan keringanan dan kemudahan, berbagi ilmu, seluruh dosen-dosen dan guru-guru saya di my lovely campus, saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga. Mudah-mudahan selalu ada tempat dan waktu untuk kita bisa saling belajar. My great love for you.
Posted at 08:08 pm by Rudi Cahyono