My Lovely Campus
Setiap orang bangun dengn pagi, bergerak menuju siang, melaju ke malam. Pagi adalah penggerak kita sebagai bekal beraktivitas di kala siang. Bayangan yang tergambar di waktu petang menuntun kita menuju ke gambaran itu. Apa yang kita bayangkan akan terjadi di malam hari membentuk perilaku di pagi, siang, dan sore hari. Demikianlah setiap hari kita menjalani hidup. Kita didorong oleh kekuatan yang kita miliki dan ditarik oleh bayangan yang kita bentuk. Kekuatan pendorong berasal dari kejelasan kita mengingatnya, sedangkan imajinasi yang kita bentuk juga merupakan kekuatan yang berasal dari apa yang kita ingin.
Seperti halnya tumbuhan yang hidup berawal dari biji. Tumbuhan mendapatkan kekuatan dari kehidupannya sebagai benih. Tumbuhan dilahirkan dengan bekal air dan unsur hara dari dalam tanah. Tanah, air dan hara yang berada di dalamnya analog dengan pengalaman-pengalaman yang kita ingat, pengalaman yang memberikan energi, kekuatan, kehidupan. Biji dari tanaman terus tumbuh menguak tanah, meretas semak dan penghalang. Kebutuhannya untuk mengolah makanan menciptakan gerak naluriah untuk menuju kepada sumber energi, yaitu matahari. Matahari adalah sumber energi utama dari tanaman. Matahari menggerakkan pabrik makanan dalam tumbuhan yang disebut dengan fotosintesis. Pada manusia, matahari adalah imajinasi di masa depan, apa yang diangan-angankan di waktu yang akan datang. Kejelasan dari bayangan imajinasi masa depan akan memberikan kekuatan penarik yang luar biasa. Berawal dari energi pengalaman kita bergerak menuju kepada impian. Gerak kita secara alami ditentukan oleh pengalaman masa lalu dan impian masa depan. Hanya saja kitalah yang akan mendesain bagaimana gerak alami itu berjalan tetap menuju kepada apa yang kita inginkan.
Alur kehidupan tumbuhan merupakan gambaran nyata cara alam semesta bekerja, yang menjaga keseimbangan, yang berpindah dari stabilitas menuju kekacauan untuk mencapai stabilitas baru yang lebih menarik. Cara bekerja alam yang berhasil mengatasi berbagai tantangan sepanjang sejarah terbentuknya alam. Tumbuhan memang lamban dalam bergerak, tetapi kelambanan itu menyimpan berjuta kreativitas, imajinasi yang tak terbayangkan. Selalu ada jalan untuk mengatasi tantangan. Itulah mengapa tumbuhan mempunyai variasi paling kaya dibandingkan mahluk lainnya. Sebagaimana, kata penutup dalam film Jurrasic Park, “Kehidupan akan menemukan jalannya sendiri”.
Manusia secara alami juga punya desain dasar yang sama dengan tumbuhan. Ia menjadi “hidup” ketika menyadari siapa jati dirinya, menyadari apa kekuatan dalam dirinya. Kekuatan yang terwujud saat potensi manusia menjadi tindakan, menjadi pengalaman, menjadi hikmah kehidupan. Hikmah ini disampaikan, diceritakan, dan disebarluaskan yang menjadi inspirasi bagi yang lain. Cerita tentang tindakan terbaik dan pengalaman puncak adalah sumber kekuatan yang menggairahkan, memberi energi, dan menghidupkan, --yang menjadi pijakan untuk mencapai impian di masa depan. Impian masa depan juga merupakan suatu pusat yang menarik manusia untuk bergerak menuju ke arah imajinasi tersebut. Bermodalkan kekuatan dan terarah pada impian masa depan, manusia menentukan langkah demi langkah, cara menjalani kehidupannya, cara menghidupkan kehidupannya. Pada titik inilah, berangkat ke kampus untuk kuliah menjadi tindakan yang berbeda diantara kita. Kuliah bagi yang satu mungkin hanya aktivitas menghabiskan waktu luang, tetapi bagi yang lain menjadi langkah kecil menuju impian besarnya di masa depan.
Bagaimanapun juga, setiap langkah kecil apabila kembali pada kodrat alamiah atau cara alam bekerja, akan menemukan jalannya sendiri meraih impian. Seperti tanaman, gerak alamiah melekatkan kita pada kesadaran akan masa kini. Sebagaimana, tanaman bergerak pada saat ini di tempat berpusatnya. Meskipun demikian, energi yang diserap dari tanah dan pancaran sinar matahari menggerakkan tanaman, membentuk geraknya secara alami. Begitu juga dengan manusia, ia digerakkan oleh energi pengalaman dan kekuatan imajinasi.
Jika manusia sendiri, maka individu alamilah yang bergerak. Jika ia bersama, maka kelompok alamilah yang bergerak. Jika manusia mengingat pengalamannya sendiri dan berimajinasi akan impiannya sendiri, maka kekuatan sendirilah yang dilahirkan, gerak sendidrilah yang dilakukan. Namun jika manusia menggalang kekuatan bersama dan meramu impian bersama, maka surga dunialah yang akan tercipta. Oleh karena itu, hidup bersama dengan berbagai cara adalah pilihan buat manusia. Kita berteman, berkeluarga, berkelompok, berorganisasi, bermasyarakat adalah bentuk upaya menggali kekuatan dan bergerak bersama menuju masa depan. Komunitas adalah bentuk alami (organik) dari perkumpulan. Salah satu perkumpulan yang mencoba sadar akan kekuatan yang terhimpun di masa lalu dan mencoba membangun impian di masa depan adalah Komunitas Apresiatif (Appreciative Community).
Komunitas Apresiatif bergerak dalam berbagai bentuk, diantaranya Airlangga Impian dan Indonesia Impian. Airlangga Impian merupakan penelitian yang lahir di Fakultas Psikologi Unair dari Komunitas Apresiatif. Dengan topik Kampusku Tercinta (My Lovely Campus), Airlangga Impian berusaha menggali kekuatan Universitas Airlangga berdasar pengalaman terbaik di masa lalu dan meperjelas imajinasi tentang Universitas Airlangga di masa depan. Sehingga dari sini bisa dirumuskan bersama apa langkah kecil yang harus dilakukan menuju kepada impian bersama tersebut, yaitu Airlangga Impian. Cerita-cerita inspiratif di kampus adalah sumber energi untuk Universitas Airlangga bergerak menuju impian. My Lovely Campus akan menjadi kekuatan dahsyat bagi Universitas Airlangga yang akan meledak dan mewujudkan impian bersama untuk kebahagiaan bersama warga Airlangga.
Posted at 08:05 pm by Rudi Cahyono